Sabtu, 09 Februari 2013

PESAN IBU

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue om, masih hangat dan enak rasanya", "Nggak dik, saya lapar mau makan nasi saja." kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "tidak dik, saya sudah kenyang." Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa buat oleh-oleh pulang om." Dompet yang belum sempat dimasukan ke kantong pun dibukanya kembali, dikeluarkan 2 lembar ribuan dan mengangsurkan ke anak penjual kue "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu dan bergegas dia ke luar restoran memberikannya kepada pengemis di depan restoran. Merasa heran dan sedikit tersinggung si pemuda menegurnya, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang, kenapa setelah uang ada di tanganmu malah kamu berikan ke orang lain?"

"Om jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh Ibu saya sendiri dan Ibu pasti akan sedih dan marah, jika saya menerima uang dari om bukan hasil menjual kue. Tadi om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu." Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih dik atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih om. Ibu pasti akan senang sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Pembaca yang budiman,

Dari hasil didikan seorang ibu yang luar biasa, lahirlah anak yang hebat! Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia!

SEBUAH KISAH NYATA TENTANG KEBAIKAN

Masih banyak orang baik, cerita ini saya dapatkan waktu saya iseng bareng teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranang siang, kota Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda, di dalam angkot duduk 7 orang penumpang, termasuk kami. Masih ada 5 kursi yang belum terisi, seperti biasa di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Namun ada pemandangan aneh, di depan angkot yang kami tumpangi ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjawab “Gak pa-pa bu, naik saja”, ketika si ibu tampak ragu-ragu, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak pa-pa...”

Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya. Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp. 20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp. 4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu... Sore itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita. Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yang kita perbuat tentunya sangat berarti untuk lain!


From_ Sudah Tahukah Anda ?

MENGAPA RIDHA SUAMI ADALAH SURGA BAGI PARA ISTRI?

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3. Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5. Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. Sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. Karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri... (sen)

Amin, Aamin, Amiin, Aamiin, atau Amien?

Banyak orang yang salah dalam penulisan kata ini. Ada yang menulis amin, aamin, amiin, atau mungkin amien.

Dalam Bahasa Arab, ada 4 perbedaan kata ini, yaitu:

1. Amin (alif dan mim pendek) artinya: aman, tentram.

2. Aamin (alif panjang dan mim pendek) artinya: meminta perlindungan keamanan.

3. Amiin (alif pendek dan mim panjang) artinya: jujur terpercaya

4. Aamiin (alif dan mim panjang) artinya: ya Allah kabulkanlah do'aku.

Bagaimana dengan amien?
Sebisa mungkin hindari atau jangan pernah menulis dengan kata amien. Karena kata amien di ucapkan oleh penyembah berhala.

Jadi, penulisan yang benar adalah aamiin (ya Allah kabulkanlah doa'ku).

... SUAMIKU, AKU DAN LALAINYA SHALAT ANAKKU ...

Hari ini kembali suamiku membuatku tertegun dan memaksa Hati dan nalarku merenungkan kembali langkahku dalam mendidik anak anakku, apakah cara ku mendidik mereka telah benar atau aku masih terbawa oleh kebiasaan yang telah melekat dalam kehidupan ku ...

semua bermula ketika aku mencoba mengingatkan anakku karena lalai dalam Shalatnya, 
Pemahamanku tentang sebuah amanah yang disampaikan dalam majelis Ta'lim , bahwa ketika anak kita telah berumur 8 tahun jika melalaikan Shalatnya kita boleh mengingatkannya kalau perlu di pukul , karena anak kita adalah amanah Allah dan kita akan diminta pertanggung jawabannya ...
Dan siang itu tepat pukul 13.30 ku lihat anakku masih asyik dengan buku bacaannya

"Nanda , ibu lihat nanda belum shalat ?"

"Sebentar lagi bu, tanggung lagi bab seru serunya ... " sahut putriku

"Nanda , ayo Shalat dulu ...nanti bacanya bisa dilanjutkan lagi ... "

"Sebentar lagi bu , ...."

"Nandaaa !!! , ... " aku mulai kesal

anakku beranjak dengan muka ketus dan membuatku mulai tak sabar dan aku hampiri anakku

"Nanda !!, disuruh shalat ko malah marah2 seperti itu , apa perlu ibu memukul kamu .... ?"

anakku terlihat ketakutan ,dan ia pun segera menjalankan perintahku ...

Sejak itu putriku tak keluar kamar sampai tiba waktu Asyar , barulah ia keluar dan bergegas ke kamar mandi , dan setelah itu ku lihat ia menjalankan Shalat, aku tersenyum ...

seperti biasa Suamiku pulang jam 16.00 , dan aku biasa menyambutnya , setelah membersihkan diri suamiku mengajak kami untuk makan bersama di ruang tengah rumah kami, namun kulihat ada raut muka heran di wajahnya selama kami makan bersama dan mata suamiku tertuju pada Nanda Putri kami ...

setelah selesai makan bersama suamiku seperti biasa mengajak kami bercengkrama sambil menunggu datangnya Shalat Maghrib , dan kembali raut wajah heran itu terlihat ,

"Nanda ... , apa yang terjadi hari ini ? ayah lihat kok nanda murung seperti itu ... " tanya suamiku

"Ibu tadi memarahi nanda , karena ia lalai shalat Dzuhur yah ... sampai sampai ibu harus mengancam dengan memukul ... " jawabku , dan kulihat putriku tertunduk, terlihat lagi wajah ketakutan itu ...

Suamiku mendekati putriku dan bertanya

"benar apa yang ibu bilang Nanda ... ?"

"Iya ayah , maafkan Nanda ... " lirih suara putriku terdengar

Suamiku tersenyum , dan memegang tangan putriku ... "Nanda ..., maafkan Ayah dan Ibu yah ? bila keras terhadapmu dalam soal Shalat .... "

Aku mengeryitkan dahi ... "Maaf" ... apa maksudnya ? apakah salah caraku ... ,

"Nanda sekarang siap siap ya ? Nanti kita Shalat Maghrib berjamaah ... "

Putrikupun beranjak ... dan aku mempunyai kesempatan untuk menanyakan maksud suamiku meminta maaf pada putriku ...

"Yah , .. kenapa harus meminta maaf pada Nanda ? bukankah kita memang harus menerapkan disiplin apalagi masalah Shalat sebagai pondasi bagi putri kita nantinya ... "

suamiku tersenyum dan mendekat serta merangkulku ...

" Ibu tidak salah ko ... , apa yang ibu lakukan telah sesuai dengan apa yang Rasulullah Ajarkan , ... "

"lantas kenapa tadi ayah meminta maaf ... seolah olah ibu salah ?" rajuk ku ...

"Istriku , Adakalanya ketika mendidik anak-anak kita memang harus keras tapi coba renungkan , bila kita bisa menyampaikannya dengan kelembutan kenapa harus dengan kekerasan ? dan kenapa harus dengan ancaman ? "

aku terdiam ... dan menanti untaian kata2 suamiku

"Ayah hanya khawatir saja , bila kita senantiasa menebar ancaman , putri kita malah Takut , benar efeknya ia akan menjalankan Shalat tapi atas dasar apa ?

ketakutan pada Allah ataukah karena Takut Kepada Kita ?

bila ternyata putri kita menjalankan Ibadah karena Takut pada kita , ayah khawatir malah kelak tiada keikhlasan dalam hatinya untuk menjalankan ibadah ...,

sedangkan ibadah terutama Shalat memerlukan keikhlasan dalam menjalankannya , pernahkah kita bertanya pada hati kita apakah kita ketika kecil menjalankan ibadah karena Allah ataukah karena Takut pada orang tua kita ?"

Aku tersentak , ach tanpa sadar akupun dulu seperti itu , bahkan jujur memang sebagian besar ibadahku ketika masih bersama orang tuaku karena aku takut pada mereka , dan sering juga bila berada jauh dari mereka aku tak menjalankan ibadah ... ah kembali suamiku membuatku hanyut dalam Hisab diri

"Istriku terima kasih ya ? "

Aku menatap suamiku tak mengerti "Terima kasih untuk apa ?"

"Untuk semua yang telah ibu lakukan dalam membantu ayah menegakkan Aqidah di hati putri kita , dan meringankan beban berat yang ayah tanggung kelak di yaumil akhir ... , dan maafkan ayah bila membuat ibu menjadi terbebani ... semoga Allah senantiasa merahmati dan memuliakan ibu ... "

Aku tak bisa berkata apa2 selain memeluk suamiku , dan tiba2 putriku pun memeluk kami dari belakang

"Ayah, Ibu maafkan Nanda ya ? Nanda janji akan menjalankan Ibadah Shalat nanda Karena Allah ....

Subhanallah ...
Ya Rabb, Kukuhkan Iman kami dan Ridloilah Kami .... aamiin

7 kota paling penuh dosa di dunia

Manusia memang tidak pernah luput dari dosa. Dosa adalah hasil perbuatan jahat manusia. Mengapa manusia berbuat jahat? Karena menusia ingin mendapatkan sesuatu menurut keinginannya tanpa menghargai nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Dari kedua pertanyaan ini terlihat jelas siapa manusia yang sebenarnya.

Dirinya berdosa akibat keinginannya tanpa menghargai nilai kebaikkan dan kebenaran, atau dengan kata lain, semua yang jadi keinginannya yang jahat karena telah termotivasi oleh dorongan hawa nafsu dari setan.

berikut adalah 7 kota paling penuh dosa di dunia, di bawah ini:

1. Pattaya. (Thailand)

Terkenal dengan julukan “entertainment” in Thai coba aja jalan-jalan ke South Pattaya pasti banyak tuh pemandangan menarik, apalagi di pantainya bisa-bisa nggak kedip.

2. Tijuana. (Mexico)

Di sana ada zona “merah” di Tijuana, disebut “La Coahuila”. Mulai dari prostitusi,d rugs, strips clubs, semuanya dilegalkan! Udah gitu murah lagi.

3. Amsterdam. (Belanda)

Live ‘sex’ bisa dilihat di kota ini, marijuana dan semacamnya semuanya legal.

4. Las Vegas. (Nevada)

Judi bisa ditemui dimana-mana. Prostitusi walaupun tidak explisit legal, tapi sudah dianggap legal. Judi dan sex sudah menjadi industri.

5. Rio De Jenairo. (Brasil)

Pusatnya legalisasi sex bebas, bahkan ada istilah “sex” party management”. Iiih ngeri.

6. Moscow. (Rusia)

Dari hasil survey salah satu lembaga, Rusia tercatat sebagai pengimpor anak-anak di bawah umur terbanyak di dunia untuk bekerja sebagai PSK. Nyatanya bermacam night club bertebaran di sudut-sudut kota.

7. New Orleans. (Lousiana)

Setelah diterjang badai Katrina beberapa bulan lalu, kota ini menjadi pusat komersialisasi sex bebas.

Ini pengetahuan, bukan porno.

TELUR DAN TEMPE GOSONG

Suatu malam,ibu yang bangun sejak pagi,bekerja keras sepanjang hari membereskan rumah tanpa pembantu,jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah sangat sederhana, berupa telur mata sapi tempe goreng, sambal
teri dan nasi..

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek tempe dan telor gorengnya sedikit gosong,
saya melihat ibu sedikit panik,tapi tidak bisa berbuat banyak,minyak gorengnya sudah habis. kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.. luar biasa !!

Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu
dengan tersenyum,,dan bahkan berkata:"bu,,te rima kasih ya !!"

lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah..
selesai makan masih di meja makan saya mendengar ibu meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah
katakan: "sayang,,aku suka telor dan tempe yang
gosong".

sebelum tidur,saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah saya bertanya apakah ayah benar~benar menyukai telur dan tempe gosong??
ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata: "Anakku,,ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar~benar sudah capek,jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun !!"

-------

SUBHAANALLAAH
ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun~tahun berikutnya:

Belajar menerima kesalahan orang lain,adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat bertumbuh dan abadi**

ingatlah emosi tidak akan pernah
menyelesaikan masalah yang ada jadi
selalulah berpikir bijak dan dewasa.

mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi
pasti punya alasannya sendiri.

janganlah kita menjadi orang yang egois
hanya mau dimengerti,tapi tidak mau
mengerti.

selain mengerti juga harus menerima
masukan dan nasehat dan merubah
perilaku yang telah salah.

Demikianlah kisah kehidupan "Telur Dan Tempe Gosong"


from_ Islamic Motivation.